Mahasiswa Kelompok Kerja Nyata ( KKN ) Unram Menggelar Sosialisasi budidaya maggot Sebagai Solusi Mengatasi Sampah

Foto : foto Bersama Mahasiswa KKN Universitas Mataram Dengan Pihak Desa dan Pemuda Gili 3 Indah

Topikntb.id - Mahasiswa Kelompok Kerja Nyata KKN PMD Universitas Mataram menggelar sosialisasi manggot yang berasal dari lalat BSF ( Black Soldier Fly ) di desa Gili Indah Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara Kamis, 25/01/2025.


Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula kantor  desa yang diikuti oleh masyarakat desa gili Indah.


Wardana S.Pdi selaku Kepala Desa mengatakan Gili Indah adalah kawasan pariwisata yang terkenal dengan "trip to 3 gili island" yang banyak dikunjungi para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. 


Sementara itu Adrian jaya kusuma selaku ketua kelompok KKN Universitas Mataram mengatakan agenda sosialisasi mengenai maggot kami gelar untuk membantu masyarakat mengatasi masalah sampah, khususnya sampah organik.


" Saya fikir agenda ini penting karena mampu sebagai solusi untuk masyarakat dalam mengatasi sampah", ungkapnya.


Lanjut Adrian nama akrabnya kami berharap agenda budidaya manggot ini bisa memotivasi tetap di laksanakan ke depannya.


Turut hadir pada acara tersebut Kepala Desa, Sekretaris desa, Kadus 3 Gili,  FMPL dan Pemuda Desa, Gili Care. 


Windu fajar Arum S.T, selaku pemateri menyampaikan dalam budidaya manggot 

" Anda tidak perlu memiliki lahan yang luas untuk memelihara maggot, cukup dengan ember atau baskom sudah bisa dijadikan tempat untuk menampung maggot. Lalu, cara merawatnya sangatlah mudah anda hanya perlu menyiapkan makanan yang sudah basi atau sisa bahan makanan yang ada di dapur, dan itu sudah cukup untuk mereka tumbuh dan berkembang" tegas Windu selaku pemateri.


Pemeliharaan maggot ini sangat bermanfaat untuk kebersihan lingkungan, terutama mengurangi polusi udara dari bau busuk sampah organik. Selain itu, maggot juga dapat mendatangkan uang bagi pemiliknya, maggot bisa dijadikan sebagai pakan hewan ternak seperti unggas dan sebagai pakan kucing dengan cara disangrai atau dioven terlebih dahulu. 


Baby maggot (bibit maggot)  juga bisa dijual jika ada pengusaha yang berniat berternak maggot. Terakhir, dari kotoran maggot tersebut bisa dijadikan sebagai pupuk organik. Dari pemeliharaan maggot, semuanya terpakai tidak ada yang terbuang.


Tidak hanya pemaparan materi, pihak mahasiswa KKN juga mengadakan sesi praktik budidaya maggot bersama peserta. Mulai dari pemindahan telur, menetasnya telur menjadi baby maggot (bibit maggot), fresh maggot (maggot yang usia 1–14 hari), pupa (maggot yang berhenti makan), pre pupa (maggot yang jadi kepompong), lalat BSF. Siklus perkembangan maggot ini hanya memakan waktu selama 45 hari sampai menjadi lalat BSF.


Turut hadir pada acara tersebut Kepala Desa, Sekretaris desa Gili Indah, Kadus 3 Gili,  FMPL dan Pemuda Desa, Gili Care. 



0/Post a Comment/Comments